Semangat Pemuda dan Kebijaksanaan Orang Tua

“Apa yang kamu tahu? Kamu masih muda. Jangan memandai-mandai”

Kata seorang senior yang jauh lebih tua daripada anak didikannya.

***

Perbuatan meremehkan orang muda bukanlah sesuatu yang asing dalam masyarakat kita. Seringkali mereka digambarkan sebagai orang yang terburu-buru, gopoh dalam tindakan dan kurang berpengalaman.

Adakah salah menjadi seorang pemuda?

Tiadalah menjadi satu kesalahan atau kekurangan menjadi seorang pemuda.
Suatu fasa kehidupan yang sangat dinanti-nantikan seorang anak kecil, atau dirindu-rindukan oleh mereka yang sudah berusia.

Apa sebenarnya nilai yang ada pada seorang anak muda?

Impian, cita-cita dan harapan.

Langkahnya laju, suaranya lantang bahkan semangatnya yang menggugah.

Potensi.

Itulah nilai tambah sebenar pada anak muda.

يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ

Mereka dilayani oleh anak-anak muda lelaki yang tetap kekal (dalam keadaan mudanya), yang sentiasa beredar di sekitar mereka

Lihatlah bagaimana Allah menceritakan perihal syurga ; dan usia muda adalah pilihan ahli yang berada didalamnya.

Bagaimana Al-Quran memberi makna tentang pemuda ?

“Ghulam”, “syaab” dan “fata”.
Ketiga-tiga kalimah tersebut adalah terma yang di gunapakai di dalam Al-Quran.

Mari merenung sebentar sebuah kisah tentang pemuda yang bernama Ibrahim ketika beliau cuba untuk menegakkan kalimah tauhid pada kaumnya.

Mereka berkata :

“Kami mendengar, ada seorang anak muda bernama Ibrahim”

Kalimah anak muda (al -fata) sengaja digunakan untuk meremehkan Ibrahim.

Berlainan pula dalam kisah ashabul Kahfi dalam surah Al-Kahfi.

Allah memuji segolongan anak muda (fata) sebagai orang-orang beriman dan menjadi suatu simbol perjuangan dalam perjalanan mengenal Tuhan.

“Sesungguhnya mereka itu anak-anak muda (fata) yang beriman kepada Tuhan mereka. Dan Kami tambahkan mereka dengan hidayah dan petunjuk” (Al-Kahf 18:13)

Justru bagaimana dengan kekangan-kekangan yang ada pada pemuda? 

Biarpun anak muda mempunyai semangat yang tinggi, tubuh badan yang kuat dan kesungguhan dalam pekerjaan, tetapi ada satu perkara yang mungkin menjadi kekangan.

Pengalaman.

Pengalamanlah sebenarnya yang akan menjadi guru buat manusia. Jika anak muda masih kekurangan pengalaman, maka ada satu golongan yang perlu memainkan peranan.

Itulah mereka orang-orang lebih tua dan berusia.

Ilmu sahaja tidak memadai.

Jika dibandingkan anak muda, orang tua lebih terkehadapan dalam menempuh fasa kehidupan.

Ada banyak hikmah yang golongan ini akan temukan jika mereka menyelak semula momen-momen semalam dalam kehidupan.

Justeru menjadi kewajipan bagi anak muda berdamping dengan golongan “as-syuyukh” atau bahasa mudahnya mereka yang lebih tua dan berusia. Timbalah ilmu dan hikmah tersebut sebanyak-banyaknya serta koreklah peluang yang ada untuk mencari pengalaman dalam proses menjadi matang dalam kehidupan.

Untuk kita PEMUDA. Belum terlambat, ayuh pasakkan niat, menjadi insan yang bermanfaat untuk ummat! InsyaAllah.

image

Gambar : ahli Twenties For Smileys sedang menyiapkan tugas sebelum program.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s